Blok Masela Resmi Dimulai, Penggerak Baru Ekonomi Maluku

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:33:01 WIB
Groundbreaking Blok Masela: Motor Baru Ekonomi Indonesia Timur [FOTO: NET].

JAKARTA — Proyek Lapangan Gas Abadi Blok Masela diproyeksikan mampu menjadi penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian timur. Proyek ini dipercaya tidak cuma meningkatkan ketahanan energi dalam negeri, melainkan juga mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan Maluku.

Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, menyebutkan bahwa pembangunan Blok Masela bakal menghadirkan multiplier effect atau efek ganda yang signifikan bagi area timur Indonesia. Menurut Bambang, rencana pembangunan fasilitas darat (onshore) menciptakan kesempatan lahirnya wilayah ekonomi baru di sekitar area proyek.

"Sudah pasti proyek ini [Masela] akan men-generate ekonomi di Indonesia timur karena ini onshore, Pulau Nustual yang menjadi lokasi pelabuhan dan kilang itu bisa jadi kota baru," ucapnya seperti dikutip melalui keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Tahapan konstruksi setelah proses groundbreaking yang berawal pada Juli 2026 ini menjadi tanda masuknya fase krusial pada proyek strategis nasional itu. Blok Masela, yang dikelola oleh Inpex Masela Ltd. bersama PT Pertamina Hulu Energi serta Petronas Masela, menyimpan cadangan gas mencapai 18,54 Tcf. Lapangan ini diproyeksikan mampu menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, pasokan 150 MMscfd gas pipa bagi keperluan domestik, dan 35.000 barel kondensat setiap harinya.

Di samping memacu perputaran ekonomi, Bambang memprediksi bahwa pengerjaan proyek ini mampu menyerap kurang lebih 10.000 sampai 15.000 pekerja saat puncak masa konstruksi berlangsung. Bambang merasa yakin bahwa pekerja dari dalam negeri, termasuk warga setempat, mampu menempati posisi yang dibutuhkan lewat berbagai pelatihan yang telah disiapkan.

"Pasti bisa nanti dengan pelatihan. Tenaga kerja kami akan terserap di sana. Saya optimistis untuk itu. Ini adalah proyek yang benar-benar hebat, sudah lama kami tidak punya proyek gas yang cukup hebat setelah Tangguh," tegasnya.

Lebih jauh, Bambang memandang bahwa peran Blok Masela tidak hanya sebatas mendongkrak penanaman modal dan membuka lapangan kerja. Proyek ini memegang posisi strategis demi mengamankan ketahanan energi nasional lantaran mayoritas hasil produksinya sudah difokuskan untuk memenuhi pasokan dalam negeri.

"Di dalam POD [plan of development] clear bahwa 40% produksi dari Masela ini akan dijadikan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri," terangnya.

Pada pihak lain, DPR siap memantau jalannya proyek ini supaya tetap sesuai dengan target yang ditetapkan. Proses pengawasan ini bakal diwujudkan lewat evaluasi program kerja dan anggaran atau work program and budget (WP&B) susunan SKK Migas.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sudah mulai menyiapkan warganya guna meraup kesempatan ekonomi dari keberadaan proyek ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu, menuturkan bahwa pemerintah daerah sedang mendata para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), kelompok peternak, hingga kelompok tani supaya mereka bisa tergabung ke dalam rantai pasokan proyek.

Pemerintah Kabupaten turut merancang kolaborasi bersama pihak swasta dalam rangka menaikkan kapasitas dan keterampilan pekerja lokal, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang layaknya jembatan, jalan, serta bangunan perkantoran.

Pihak pemerintah daerah menaruh harapan agar sinergi bersama Inpex, SKK Migas, dan pemerintah pusat bisa semakin kuat melalui program-program pembangunan serta tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pengamat energi yang juga Dosen Senior Universitas Darma Persada, Riki F. Ibrahim, memandang awal mula pembangunan Blok Masela ini sebagai momentum penting guna memacu pemerataan ekonomi di tingkat nasional. Riki menilai, suntikan investasi yang mencapai US$20,9 miliar berpeluang menyulap Maluku menjadi pusat industri energi baru untuk wilayah timur Indonesia.

Walau begitu, Riki memberi peringatan bahwa manajemen terkait dampak sosial maupun ekonomi wajib mendapat perhatian khusus sedari awal. Upaya mengendalikan tingkat inflasi daerah, pencegahan spekulasi harga lahan, perekrutan pekerja dari warga sekitar, sampai pada manajemen participating interest (PI) sejumlah 10% wajib dijalankan secara profesional supaya keuntungannya dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Terkini