Pasok Listrik 690 MVA, PLN Batam Dukung Proyek Altiva Datacenter

Kamis, 30 Juli 2026 | 03:07:31 WIB
PLN Batam Pasok Listrik 690 MVA untuk Altiva Datacenter di Nongsa [FOTO: NET].

JAKARTA - PT PLN Batam bersama PT Altiva Identity Datacenter resmi meresmikan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan total kapasitas daya mencapai 2 x 345 MVA atau setara dengan 690 MVA guna menyokong pembangunan pusat data (data center) yang berlokasi di Kawasan Nongsa, Batam. 

Kolaborasi tersebut merepresentasikan langkah taktis dalam memperkuat fondasi infrastruktur energi demi pengembangan kawasan pusat data yang dirancang memiliki kapasitas total mencapai 700 MVA. Suplai daya listrik ini diproyeksikan mulai mengalir secara berangsur-angsur sejak tahun 2027.

Prosesi penandatanganan PJBTL tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Batam yang sekaligus merangkap jabatan sebagai ex officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, didampingi oleh Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

 Turut hadir pula dalam kesempatan itu jajaran pengurus BP Batam, Dewan Komisaris serta Direksi PT PLN Batam, beserta Direktur PT Altiva Identity Datacenter Edi Haryanto bersama rombongan manajemen.

Amsakar mengutarakan bahwa penandatanganan kerja sama ini menandai tonggak sejarah krusial dalam memperkokoh status Batam sebagai salah satu destinasi utama investasi di ranah digital Indonesia.

 Menurut pandangan beliau, langkah strategis Altiva Identity Datacenter dalam memilih Batam merupakan keputusan yang sangat tepat mengingat wilayah tersebut memiliki posisi geografis yang amat menguntungkan, tingkat aksesibilitas yang mumpuni, serta letaknya yang berdampingan langsung dengan Singapura sebagai salah satu pusat roda ekonomi terkemuka di Benua Asia.

"Batam merupakan daerah yang sangat representatif untuk pengembangan investasi berbasis teknologi. Lokasinya strategis, aksesibilitasnya terbuka, dan berhadapan langsung dengan salah satu pusat ekonomi utama di kawasan Asia," kata Amsakar.

Beliau menegaskan bahwa jajaran Pemerintahan Kota Batam bersama pihak BP Batam senantiasa siaga dalam menyalurkan sokongan penuh kepada para investor, mulai dari aspek percepatan pengurusan perizinan hingga pemberian kemudahan dalam koordinasi lintas sektoral. 

Berdasarkan pandangan Amsakar, tingkat kesiapan pasokan energi listrik yang disediakan oleh PLN Batam memegang peranan krusial sebagai salah satu variabel penentu dalam menarik masuknya arus penanaman modal teknologi berskala masif.

"Apabila kebutuhan kelistrikannya telah dipersiapkan oleh PLN Batam, maka dari sisi perizinan dan dukungan lainnya kami juga siap mempercepat dan memudahkan apa yang dibutuhkan investor," ujarnya.

Beliau menilai bahwa tren arus investasi sepanjang kurun waktu 2026 sampai dengan 2027 memperlihatkan sinyal bahwa tingkat kepercayaan terhadap Batam sebagai kawasan rujukan pengembangan industri digital kian menguat. Masuknya sejumlah entitas korporasi teknologi serta pusat data berskala raksasa menjadi manifestasi nyata dari semakin tingginya tingkat daya saing yang dimiliki Batam pada level regional.

"Pilihan berinvestasi di Batam semakin menegaskan bahwa daerah ini memiliki prospek yang sangat besar. Karena itu, mari kita membangun narasi yang produktif dan lebih banyak membicarakan kekuatan Batam agar daerah ini benar-benar menjadi pusat investasi dan lokomotif pertumbuhan ekonomi," katanya.

Direktur Utama PT PLN Batam menyampaikan bahwa kerja sama tersebut mencerminkan wujud nyata atas tingginya tingkat kepercayaan para pelaku investor terhadap aspek keandalan sistem penyaluran tenaga listrik yang dioperasikan di Batam. Melalui implementasi PJBTL ini, pihak PLN Batam berkomitmen untuk mendedikasikan pasokan tenaga listrik guna menjamin kelancaran operasional Altiva Identity Datacenter di samping memperkokoh pilar infrastruktur energi demi memacu ekspansi ekonomi digital di Batam.

 Menurut keterangannya, kepastian ketersediaan pasokan listrik merupakan salah satu pertimbangan fundamental yang selalu dikaji secara mendalam oleh para investor pusat data manakala mereka hendak menentukan lokasi penanaman modal. Oleh karena itu, PLN Batam secara konsisten terus meningkatkan kapasitas sistem serta jaringan infrastruktur kelistrikan agar senantiasa siap mengakomodasi eskalasi kebutuhan sektor industri yang terus berkembang pesat.

Beliau menambahkan bahwa kemitraan strategis bersama pihak Altiva ini semakin melengkapi rekam jejak portofolio PLN Batam dalam mengawal realisasi pembangunan pusat data berkapasitas besar di wilayah Batam.

"Pesan kami kepada para investor sangat jelas. Batam siap menjadi tujuan investasi dan PLN Batam siap menjadi mitra energi yang andal untuk mendukung pertumbuhan tersebut," katanya.

Di sisi lain, Direktur PT Altiva Identity Datacenter Edi Haryanto memaparkan bahwa pihak perusahaan tidak sekadar mendirikan infrastruktur fisik fasilitas pusat data saja, melainkan turut berambisi untuk mengambil bagian secara aktif dalam menggenjot laju transformasi Batam agar lekas bertransformasi menjadi salah satu sentra ekonomi digital berskala nasional. 

Beliau menaruh optimisme tinggi bahwa sokongan penuh dari pihak BP Batam, kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan yang handal dari PLN Batam, serta sinergi erat di antara seluruh pemangku kepentingan akan semakin memperkokoh posisi strategis Batam sebagai hub infrastruktur digital terdepan baik di lingkup Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.

Proyek pembangunan fasilitas Altiva Datacenter ini dieksekusi di atas lahan seluas kurang lebih 11 hektare yang terletak di Kawasan Nongsa, dengan rencana ekspansi lanjutan secara bertahap hingga melampaui area seluas 30 hektare. 

Berbekal sokongan suplai daya listrik berkapasitas masif tersebut, proyek ini diestimasikan mampu memperkuat ekosistem perekonomian digital nasional sekaligus mendongkrak daya tarik Batam sebagai destinasi utama investasi teknologi. Kolaborasi terpadu yang terjalin di antara BP Batam, Pemerintah Kota Batam, PLN Batam, serta pihak investor dipandang sebagai fondasi krusial dalam mempercepat proses pematangan Batam sebagai hub digital yang memiliki tingkat daya saing tinggi di kancah regional Asia Tenggara.

Terkini