Didampingi Luthfi, Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tawang Semarang

Jumat, 31 Juli 2026 | 19:57:32 WIB
Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang Semarang [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Negara Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan tuntasnya pelaksanaan proyek revitalisasi Stasiun Semarang Tawang yang berlokasi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Kamis (30/07/2026). 

Di dalam agenda penting kenegaraan tersebut, Presiden didampingi secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin. 

Simbolisasi peresmian fasilitas prasarana transportasi publik ini dilakukan melalui prosesi penekanan tombol sirene secara bersama-sama oleh jajaran pejabat tinggi negara serta para pimpinan BUMN terkait.

Langkah pemugaran aset peninggalan cagar budaya ini dipandang tidak sekadar berfokus pada peningkatan mutu pelayanan jasa transportasi massal, melainkan menjelma sebagai instrumen strategis guna mendongkrak nilai ekonomi bidang pariwisata sekaligus merawat warisan sejarah bangsa di koridor wilayah Jawa Tengah.

Seusai agenda seremonial penekanan sirene peresmian tuntas dilaksanakan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggarisbawahi krusialnya fungsi Stasiun Semarang Tawang sebagai simpul utama layanan transportasi publik yang kaya akan nilai historis masa lampau. Menurut pandangannya, pembenahan sarana dan prasarana ini sanggup memicu dampak berganda bagi perputaran roda perekonomian masyarakat lokal.

"Stasiun Tawang ini adalah heritage, di samping tempat transportasi kereta api," ujar Ahmad Luthfi saat memberikan keterangan resminya pasca-acara peresmian.

Menyelaraskan pandangan dengan Gubernur Jawa Tengah, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa perbaikan serta penataan kembali kompleks stasiun kereta api bersejarah di berbagai penjuru tanah air merupakan manifestasi keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian warisan budaya bangsa. 

Kombinasi pemugaran cagar budaya yang diselaraskan dengan jaringan sistem transportasi modern dianggap sebagai pilar fundamental dalam pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan.

Presiden memberikan apresiasi mendalam terhadap tingkat efisiensi serta kecepatan kinerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam merampungkan proyek revitalisasi Stasiun Semarang Tawang. Penataan ulang kawasan stasiun tersebut berhasil diselesaikan dengan tetap menjaga keaslian gaya arsitektur serta keutuhan nilai sejarah yang melekat pada bangunan lawas tersebut.

Pekerjaan proyek revitalisasi gelombang pertama ini memakan durasi pengerjaan selama 240 hari kalender, terhitung sejak tanggal 5 Mei 2025 sampai dengan 30 Desember 2025. 

Cakupan ruang lingkup pekerjaan strategis ini meliputi penataan ulang area ruang tunggu kelas mewah (luxury), pengoptimalan ruang tunggu VIP, pemugaran aula utama, perbaikan bagian selasar, hingga peningkatan kenyamanan kapasitas penumpang secara menyeluruh.

Salah satu aspek teknis yang memegang peranan krusial dalam pemugaran ini adalah penanganan sistem pengelolaan drainase stasiun. Mengingat letak geografis Stasiun Semarang Tawang yang berdiri di area rawan genangan air rob, penguatan infrastruktur saluran pembuangan air menjadi prioritas mutlak guna menjamin kelangsungan operasional transportasi serta perlindungan aset dari ancaman risiko perubahan iklim.

Proses restorasi bagian fasad bangunan stasiun dikembalikan secara teliti merujuk pada cetak biru rancangan arsitektur aslinya. Dalam implementasinya, PT KAI menggandeng Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) guna memastikan setiap tahapan rekonstruksi mematuhi rambu-rambu hukum serta ketentuan perlindungan bangunan bersejarah di Indonesia.

Stasiun Semarang Tawang sendiri tercatat sebagai salah satu stasiun kereta tertua di tanah air yang didirikan oleh maskapai swasta kolonial Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), pada tahun 1911. 

Stasiun berkarakter arsitektur klasik karya arsitek Sloth-Blauwboer ini mulai beroperasi secara penuh pada tahun 1914 dan kini telah resmi mengantongi status sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi undang-undang.

Modernisasi fasilitas tanpa mengorbankan identitas historis ini diharapkan mampu memacu kelancaran arus logistik barang serta mobilitas warga, mengefektifkan konektivitas antarwilayah di Pulau Jawa, serta memperkuat daya pikat bagi kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara menuju Jawa Tengah.

Selepas rangkaian acara peresmian di Stasiun Semarang Tawang rampung, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda kunjungan kerja dengan bertolak menuju Kabupaten Batang. 

Rombongan pejabat negara tersebut berangkat menggunakan rangkaian kereta khusus, KA Nusantara Explorer, guna meninjau langsung progres perkembangan titik-titik pusat pertumbuhan ekonomi serta kawasan industri di sepanjang koridor jalur utara Jawa Tengah.

Terkini