Prabowo Dorong Pariwisata Berbasis Kereta via Nusantara Explorer

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:14:01 WIB
KAI Siapkan Kereta Nusantara Explorer untuk Wisata Berbasis Rel [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memacu pengembangan sektor pariwisata berbasis kereta api lewat kehadiran Kereta Wisata Nusantara Explorer. Rangkaian kereta wisata kelas premium yang kini tengah menjalani tahapan uji coba tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi tahun ini sekaligus memperkuat konektivitas destinasi wisata unggulan di ranah nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengutarakan bahwa Presiden telah mencicipi langsung performa Nusantara Explorer sewaktu melakoni agenda kunjungan kerja di wilayah Semarang dan Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). 

Menurut keterangannya, penguatan kereta wisata tersebut bertindak sebagai arahan langsung dari Presiden demi memperkokoh sektor pariwisata nasional.

"Pak Presiden menghendaki untuk kami mengembangkan pariwisata berbasis kereta api. Sebenarnya PT KAI sudah memiliki anak perusahaan yang khusus menyediakan fasilitas kereta wisata. Atas petunjuk Presiden diminta diperkuat, kami bikin gerbong baru yang nanti dipadukan dengan destinasi-destinasi wisata unggulan yang kami miliki," ujar Prasetyo.

Ia membeberkan bahwa Nusantara Explorer saat ini masih dalam fase uji coba sehingga belum diresmikan secara komersial. Kendati demikian, pihak pemerintah memberikan apresiasi atas kapabilitas PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang sanggup merakit gerbong wisata berkualifikasi internasional.

"Hari ini masih uji coba karena memang secara resmi belum diluncurkan. Menurut kami, setelah melihat interior kabin gerbong, PT KAI sekarang mampu memproduksi gerbong kereta api berkelas dunia, berkelas internasional," katanya.

Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden turut menyematkan sejumlah catatan evaluasi seusai menjajal fasilitas kereta tersebut. 

Masukan yang diberikan tidak sebatas menyasar aspek kualitas maupun kelengkapan fasilitas gerbong, melainkan turut mencakup perluasan jaringan jalur kereta menuju sentra-sentra kawasan wisata.

Ia menyebutkan, pemerintah mulai mengkaji program revitalisasi pada sekian lintasan rel lama, salah satunya koridor Semarang-Magelang, guna menopang aksesibilitas menuju kawasan wisata Borobudur.

"Diskusinya sudah langsung kepada beberapa destinasi wisata yang ada. Konsekuensinya ternyata kami harus merevitalisasi atau menghidupkan kembali jalur-jalur kereta. Contohnya dari Semarang menuju Magelang karena kami ingin menjadikan Borobudur sebagai salah satu destinasi unggulan kami," ujarnya.

Prasetyo menimpali bahwa pengaktifan kembali rute tersebut bakal terintegrasi ke dalam ekosistem pariwisata terpadu, termasuk menyambung dengan area Candi Prambanan yang saat ini sedang disiapkan untuk program pemugaran.

"Ini menjadi satu kesatuan ekosistem pariwisata yang mau kami optimalkan," katanya.

Ia juga menyelaraskan program pembangunan sektor pariwisata ini dengan tajuk Gerakan Indonesia Asri yang kembali digaungkan Presiden Prabowo pada lawatan tersebut.

"Bapak Presiden mengingatkan kepada kami semua untuk bersama-sama menggelorakan Gerakan Indonesia Asri, Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah. Ini semata-mata untuk membangun satu ekosistem yang utuh," ujarnya.

Mengenai kepastian jadwal operasional Nusantara Explorer, Prasetyo mengemukakan bahwa pemerintah bakal menggelar evaluasi komprehensif atas hasil uji coba sebelum menetapkan tanggal peluncuran resminya. Namun, ia optimistis armada kereta wisata ini sanggup beroperasi penuh pada tahun ini.

"Secepatnya. Setelah hari ini biasanya ada evaluasi, kemudian nanti kami tetapkan target kapan diluncurkan. Kalau bisa tahun ini," katanya.

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Kereta Nusantara Explorer memanggul daya pikat yang besar bagi masyarakat luas lantaran menyuguhkan sensasi perjalanan yang berbeda.

 Menurut penilainnya, rangkaian gerbong tersebut berpeluang disewa untuk rupa-rupa agenda seperti acara reuni, gathering, hingga kegiatan rapat.

"Kelihatannya dari obrolan-obrolan tadi banyak masyarakat yang akan tertarik. Bahkan mungkin menyewa gerbong untuk reuni, gathering, atau sambil rapat. Sangat unik, seperti Orient Express, tetapi dengan sentuhan Nusantara, motif-motif batik dan dekorasi khas Indonesia," ujar Fadli.

Prasetyo mengimbuhi bahwa unsur identitas Nusantara tetap diposisikan sebagai karakter utama yang hendak ditonjolkan pada pengembangan armada kereta wisata tersebut.

"Tetap nilai keindonesiaan yang ditonjolkan," katanya.

Terkini