Penjualan OMED Tembus Rp1,17 Triliun, Kejar Target Rp2,3 T pada 2026

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:15:31 WIB
OMED Catat Penjualan Rp1,17 Triliun, Laba Bersih Melesat 43,2% [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) mengantongi penjualan bersih sebesar Rp1,17 triliun pada semester I/2026, terangkat 26% secara tahunan (year-on-year/YoY). Perseroan optimistis dapat merealisasikan target pendapatan sekitar Rp2,3 triliun hingga pengujung tahun.

Berdasarkan rilis laporan keuangan perseroan, OMED mencatatkan perolehan penjualan bersih Rp1,16 triliun pada 6 bulan 2026, meningkat dari posisi Rp925,8 miliar pada periode serupa tahun lalu.

 Pertumbuhan tersebut disokong oleh naiknya permintaan pada sejumlah kategori produk utama serta langkah ekspansi jaringan distribusi dan ritel.

Manajemen OMED mengutarakan capaian semester I/2026 menegaskan kinerja operasional perseroan yang tetap tangguh di tengah dinamika industri alat kesehatan.

"Target dan panduan kinerja tahun 2026 masih on track, yaitu pendapatan sekitar Rp2,3 triliun atau tumbuh 10%–15% YoY, margin laba bruto pada kisaran awal 30%, serta penjualan ekspor sebesar US$1 juta hingga US$1,5 juta," jelas manajemen dalam siaran pers, Minggu (2/8/2026).

Sejalan dengan melesatnya angka penjualan, laba usaha OMED terangkat 42,3% YoY menjadi Rp231,5 miliar dari semula Rp162,7 miliar pada semester I/2025. 

Laba bersih melompat lebih tinggi, yakni 43,2% YoY menjadi Rp221,5 miliar dari posisi Rp154,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dasar (EPS) turut menguat menjadi Rp8,12 per saham dibanding Rp5,68 per saham.

Dilihat dari aspek profitabilitas, margin laba kotor terangkat menjadi 35,9% dari 33,8%, margin laba usaha naik menuju 19,8% dari 17,6%, sedangkan margin laba bersih membaik ke level 19% dari 16,7%.

Perseroan menerangkan peningkatan margin didorong oleh sumbangsih produk dengan margin lebih tinggi, perbaikan bauran produk, kenaikan penjualan yang melampaui pertumbuhan beban usaha, pencatatan laba bersih kurs, serta efisiensi operasional yang dijalankan secara konsisten.

Berdasarkan lini bisnis, kategori produk Bioteknologi dan Laboratorium menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi lewat lonjakan penjualan sebesar 93,6% YoY. 

Selanjutnya, Barang Medis Habis Pakai (BMHP) tumbuh 30,2% YoY dan kelompok produk Perawatan Luka terangkat 23,5% YoY. Perseroan menilai torehan tersebut mencerminkan keberhasilan dalam memperkuat portofolio produk bernilai tambah lebih tinggi.

Sementara itu, segmen ritel menjadi kanal dengan laju pertumbuhan tercepat. Penjualan ritel menembus Rp135,1 miliar pada semester I/2026, terangkat 35,4% YoY dari posisi Rp99,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu, seiring menanjaknya kontribusi kanal tersebut terhadap total omzet perseroan.

Memasuki paruh kedua tahun ini, OMED tetap menilai prospek industri alat kesehatan nasional positif meskipun masih dibayangi berbagai tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik, tekanan harga energi, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

Terkini