LPKR Kantongi Marketing Sales Rp3,7 Triliun di Semester I/2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:03:32 WIB
Lippo Karawaci (LPKR) Raih 62 Persen Target Marketing Sales 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten sektor properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mengumpulkan perolehan prapenjualan (marketing sales) senilai Rp3,70 triliun pada semester I/2026 atau telah memenuhi 62% dari keseluruhan target marketing sales tahunan yang dipatok sebesar Rp6 triliun. 

Pencapaian ini disokong oleh konsistensi tingginya permintaan terhadap produk hunian tapak pada segmen rumah terjangkau serta menengah.

CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa capaian tersebut memperlihatkan tren positif yang terus bertahan pada lini bisnis real estat perseroan, beriringan dengan melimpahnya minat dari kalangan pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir (end-user).

"Momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate, dengan pra penjualan mencapai Rp3,70 triliun atau setara 62% dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi kami," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

Dirinya menambahkan, pihak perseroan bakal terus memprioritaskan penyelesaian proyek-proyek township sembari menjaga kedisiplinan pada tata kelola modal serta operasional.

Produk hunian tapak bertindak sebagai penyumbang terbesar dengan porsi 79% dari total marketing sales, ditopang oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 dan Phase 8 pada paruh pertama tahun ini. 

Proyek pengembangan tersebut menghadirkan deretan varian produk anyar seperti Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, serta Treetops yang membidik segmen rumah terjangkau.

Di tingkat entitas induk (holdco), transaksi penjualan rumah tinggal menyumbang Rp2,22 triliun, mengekor penjualan unit komersial Rp464 miliar, pelepasan kavling Rp30 miliar, hingga penjualan area pemakaman San Diego Hills sebesar Rp65 miliar. 

Perseroan turut mencatatkan bahwasanya 72% transaksi pembelian rumah memanfaatkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang menegaskan dominasi konsumen end-user sekaligus tingginya permintaan atas produk tempat tinggal yang terjangkau.

Bila ditinjau dari kinerja keuangan, LPKR meraup pendapatan neto sebesar Rp3,53 triliun pada semester I/2026, terkoreksi 12,4% disandingkan dengan perolehan Rp4,03 triliun pada kurun waktu yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat hingga 179,6% menuju Rp385,44 miliar, dari posisi Rp137,90 miliar pada semester I/2025. 

Sementara itu, EBITDA meningkat 20% menjadi Rp754 miliar dari torehan Rp627 miliar pada semester I/2025. Perseroan pun menutup periode Juni 2026 dengan amunisi kas senilai Rp1,41 triliun.

Pada sektor lifestyle, LPKR membukukan pendapatan sebesar Rp605 miliar, laba bruto Rp490 miliar, serta EBITDA Rp236 miliar, terangkat 11% disandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perolehan laba bersih pada segmen tersebut naik menjadi Rp131 miliar dari posisi Rp111 miliar.

Adapun dari ranah operasional, rata-rata tarif kamar hotel (average room rate) terpantau relatif stabil di kisaran Rp635.000, dengan tingkat okupansi menyentuh 54%. 

Sementara itu, rerata angka kunjungan menuju pusat perbelanjaan LPKR naik 1% secara tahunan menjadi 11,2 juta pengunjung per bulan, yang mengindikasikan terus berlangsungnya pemulihan aktivitas ritel.

Terkini

Telkom Perluas Digitalisasi Pendidikan Lewat PIJAR

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:53:01 WIB

CMRY Catat Laba Rp1,17 Triliun, Pendapatan Tumbuh 25,49%

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:43:01 WIB

TBIG Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 8,25%

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:38:02 WIB