BPJS Kesehatan: Syarat JKN Buat SIM Dorong Keaktifan Peserta

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:45:32 WIB
BPJS Kesehatan Gunakan Syarat SIM untuk Dorong Keaktifan Peserta [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto mengungkapkan bahwa pemberlakuan syarat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) bakal diterapkan berskala nasional demi memacu keaktifan peserta BPJS Kesehatan.

"Untuk mengejar kepesertaan yang tidak aktif, salah satu caranya dengan ada bauran pelayanan masyarakat. Yang sudah berjalan itu seperti mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan salah satu syaratnya sekarang harus (memiliki) BPJS aktif, termasuk surat tanah dari Kementerian Agraria. Untuk SIM sebetulnya sudah piloting di beberapa titik, kalau ini berjalan lancar mungkin akan diterapkan secara nasional," katanya saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Akmal mengutarakan bahwasanya BPJS Kesehatan membidik kelompok masyarakat yang sejatinya finansialnya memadai untuk membayar iuran namun enggan melunasinya, termasuk kalangan pemilik kendaraan yang memegang SIM.

"Kalau SIM kan misalnya dia punya motor dan SIM C, atau misalnya punya mobil SIM A, dengan adanya metode kerja sama seperti ini, yang punya kemampuan tadi ya mau enggak mau bayar. Kalau ini berjalan lancar, mungkin nanti diterapkan di level nasional, tetapi tentu ada proses evaluasi, tetapi tujuan utamanya untuk mendorong keaktifan," ujar dia.

Ia menambahkan bahwa program JKN menanggung pembiayaan yang tergolong amat besar. Karena itu, skema gotong royong BPJS Kesehatan di mana warga berekonomi mampu turut menopang iuran warga kelas ekonomi bawah diharapkan mampu meringankan beban tersebut.

"Jadi, supaya tadi yang punya kemampuan ayo dong diajak untuk mau iuran, supaya bisa membantu kelompok masyarakat lain yang sulit. Jadi, prinsipnya kan gotong royong, silang-silang itu tadi kan," ucap Akmal.

Akmal memaparkan mengenai pemanfaatan JKN dalam pengurusan SIM, salah satu wilayah yang telah menjalankan uji coba atau piloting adalah Kota Medan, Sumatera Utara, sebelum nantinya diperluas ke tingkat nasional.

"Piloting kemarin sudah di Medan, dan di Jawa sebentar lagi ada satu titik lagi," tuturnya.

Tags

Terkini