Kemenekraf Perkuat KPT Ekraf Jadi Penggerak Hilirisasi Talenta

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:36:02 WIB
Dukung Hilirisasi Talenta, Kemenekraf Perkuat Peran KPT Ekraf [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggembleng peran Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) Ekraf selaku motor pengembangan talenta serta hilirisasi inovasi kreatif lewat pergelaran Creative Consortium Summit & Innovation Challenge (CCSIC) 2026 yang diagenda berlangsung pada September di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengutarakan KPT Ekraf bertindak sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengeksekusi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045, terkhusus dalam mengakselerasi riset, pendidikan, inovasi, hingga pematangan talenta ekonomi kreatif pada pelbagai pelosok daerah.

"KPT Ekraf perlu diperkuat agar riset, pendidikan, inovasi, dan pengembangan talenta ekonomi kreatif berjalan selaras dengan agenda inovasi, termasuk melalui World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Dengan demikian, KPT Ekraf akan menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional," ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menteri Ekraf menerangkan agenda KPT Ekraf layaknya CCSIC tak sebatas berhenti pada pematangan riset dan kekayaan intelektual, melainkan mesti sanggup mengantarkan buah inovasinya memasuki tahap komersialisasi ke pasar global.

Kementerian Ekraf bakal memacu pilar krusial transformasi dari rantai nilai create, protect, and commercialize.

Berdasarkan penilaiannya, perguruan tinggi mengantongi peran vital dalam hilirisasi riset kampus yang sanggup dikomersialisasikan menjadi produk maupun karya unggulan, yang mendatangkan dampak langsung bagi laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"Menariknya, inovasi yang lahir dari KPT Ekraf jangan berhenti menjadi karya ilmiah atau kekayaan intelektual semata, tetapi harus mampu dikomersialisasikan menjadi produk atau karya unggulan, berkembang sebagai brand nasional hingga ekspansi global. Inilah ekonomi kreatif yang menghasilkan nilai tambah," jelas Menteri Ekraf.

KPT Ekraf bertindak selaku perkumpulan perguruan tinggi yang memfokuskan diri pada penguatan pendidikan, riset, talenta, serta inovasi ranah ekonomi kreatif dengan menghimpun 15 perguruan tinggi.

Diinisiasi oleh Kementerian Ekraf sejak Januari 2025 di Universitas Indonesia, kini KPT Ekraf telah berstatus badan hukum serta siap menopang penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Ketua Umum KPT Ekraf sekaligus Ketua Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif Universitas Indonesia Dewi Kartika Sari menyampaikan CCSIC 2026 bakal menyatukan kalangan akademisi, mahasiswa, praktisi industri, komunitas kreatif, hingga pihak pemerintah guna merumuskan arah pengembangan ekonomi kreatif berbasis perguruan tinggi sekaligus mengurasi inovasi kreatif yang siap dinaikkan ke tahap komersialisasi.

Forum yang dijadwalkan pada September tersebut mengusung tema "Creative Industries: Local Heroes to National Champions, Go Global" serta menjadi pilar bagian dari "Road To World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026", yang menyajikan ruang kolaborasi guna berbagi perihal roadmap industri kreatif, terkhusus pada sektor pendidikan.

"Sinergi juga diharapkan melalui innovation challenge atau semacam kompetisi yang mampu menjaring talenta-talenta lokal untuk create brand yang bisa terakselerasi. Kami berharap KPT Ekraf bisa terus mendukung program-program Kementerian Ekraf yang semakin berdaya," kata Dewi.

Tags

Terkini