Penjualan Mobil Naik, Menkeu Yakin Daya Beli Domestik Tetap Terjaga

Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:13:01 WIB
Penjualan Kendaraan Tumbuh, Menkeu Optimis Fondasi Ekonomi Kuat [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan bahwa peningkatan penjualan mobil menjadi salah satu indikator yang membuktikan bahwa tingkat permintaan serta daya beli pada pasar domestik masih tetap terjaga.

Kala menghadiri pergelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa, Menkeu membeberkan bahwa penjualan mobil mencatatkan pertumbuhan 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026, sedangkan penjualan sepeda motor melaju 1,1 persen (yoy).

“Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar,” ujar Purbaya.

Di samping pertumbuhan angka penjualan kendaraan bermotor, Menkeu turut merujuk data indikator aktivitas ekonomi domestik lainnya yang juga memperlihatkan tren penguatan.

Sebagai gambaran, angka penjualan semen domestik pada Juni 2026 tumbuh 13,5 persen (yoy), lalu konsumsi daya listrik melesat 10,8 persen (yoy), dengan rincian pertumbuhan pada sektor rumah tangga sebesar 12,3 persen, sektor bisnis 10,0 persen, serta sektor industri 6,5 persen.

Sementara itu, indeks konsumsi ritel konsisten merangkak naik hingga menyentuh angka 123,3, yang mencerminkan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat tetap terjaga secara baik.

Ia menaruh keyakinan bahwa deretan indikator tersebut menegaskan bahwasanya fondasi perekonomian Indonesia berada dalam kondisi yang kokoh.

“Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif sehingga permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya menambahkan.

Bendahara negara pun menggarisbawahi krusialnya peran industri otomotif selaku salah satu mesin penggerak perekonomian nasional.

Berdasarkan penjelasannya, sektor industri ini tak sebatas memacu konsumsi masyarakat, melainkan turut memberikan efek berganda bagi sektor manufaktur, masuknya investasi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Lantaran hal tersebut, ia menekankan vitalnya sinergi antara regulasi dari pemerintah dan kesiapan para pelaku industri di bawah naungan Gaikindo guna memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Sinergi tersebut dinilai bertindak sebagai kunci utama dalam merawat momentum pertumbuhan industri sekaligus mempercepat laju transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.

"Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional,” tuturnya.

Tags

Terkini