BTN Dominasi Pembiayaan Perumahan Nasional Selama 76 Tahun

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:39:33 WIB
BTN Dominasi Pembiayaan Perumahan Nasional Selama 76 Tahun

JAKARTA - Perjalanan panjang pembiayaan perumahan nasional tidak bisa dilepaskan dari kiprah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). 

Memasuki usia ke-76 tahun, perseroan mencatatkan tonggak penting berupa penyaluran 5,97 juta unit kredit perumahan sejak 1976 hingga Desember 2025. Total nilai pembiayaan yang telah digelontorkan mencapai Rp 555,11 triliun, mencerminkan konsistensi dan fokus BTN di sektor hunian.

Capaian tersebut menegaskan bahwa pembiayaan perumahan bukan sekadar lini bisnis, melainkan fondasi utama operasional perseroan. Sejak menyalurkan KPR pertama di Indonesia pada 1976, BTN terus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat di berbagai segmen.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan bahwa pembiayaan perumahan telah menjadi DNA perseroan sejak menyalurkan KPR pertama di Indonesia pada 1976.
“Sejak saat itu, pembiayaan perumahan menjadi DNA perseroan,” ujar Nixon.

Dominasi KPR Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Dari total 5.976.874 unit kredit perumahan yang disalurkan hingga akhir 2025, porsi terbesar berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi. Jumlahnya mencapai 4,4 juta unit dengan nilai Rp 300,99 triliun.

Rinciannya, KPR subsidi konvensional sebanyak 4,06 juta unit senilai Rp 258,27 triliun. Sementara itu, KPR subsidi berbasis syariah tercatat 338.097 unit dengan plafon Rp 42,72 triliun.

Dominasi KPR subsidi menunjukkan fokus BTN dalam mendukung masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar memiliki hunian layak. Program ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses perumahan nasional dan mendukung kebijakan pemerintah di sektor properti.

Besarnya angka tersebut juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap BTN sebagai mitra pembiayaan rumah pertama. Selama hampir lima dekade, KPR subsidi menjadi kontributor utama portofolio pembiayaan perumahan perseroan.

Penyaluran KPR Non-Subsidi dan Diversifikasi Pembiayaan

Selain segmen subsidi, BTN juga mencatatkan penyaluran signifikan pada KPR non-subsidi. Hingga Desember 2025, sebanyak 1,3 juta unit rumah telah dibiayai dengan nilai Rp 218,57 triliun.

KPR non-subsidi konvensional mencapai 1,18 juta unit dengan nilai Rp 191,46 triliun. Sementara KPR non-subsidi syariah tercatat 125.410 unit senilai Rp 27,1 triliun.

Tak hanya pembelian rumah, BTN turut menyalurkan Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Bangun Rumah (KBR). Total pembiayaan untuk kedua produk tersebut mencapai 262.876 unit dengan nilai Rp 35,5 triliun.

Diversifikasi produk pembiayaan ini menunjukkan bahwa BTN tidak hanya berperan dalam pembelian hunian baru, tetapi juga mendukung renovasi dan pembangunan rumah secara mandiri. Dengan portofolio yang luas, BTN melayani berbagai kebutuhan masyarakat dan pengembang.

Dukungan Asosiasi Properti terhadap Peran BTN

Peran BTN dalam pembiayaan perumahan nasional mendapat pengakuan dari berbagai asosiasi pengembang. Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto menilai BTN telah menjadi pilar utama pembiayaan perumahan nasional.

Menurutnya, konsistensi BTN dalam melayani masyarakat dan pelaku usaha perumahan turut menopang ekosistem sektor properti.

“Sebagai bank terkemuka di industri perumahan, BTN telah melayani masyarakat dalam mewujudkan hunian impian. Termasuk memberikan pembiayaan kepada para pelaku penyedia perumahan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menyebut peran BTN semakin krusial dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pembiayaan perumahan subsidi masih sangat bergantung pada BTN, baik dari sisi konsumen maupun pengembang.
“Peran perbankan sangat vital, bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga membantu pengembang menjaga arus kas agar usaha berkelanjutan,” jelas Junaidi.

Dukungan asosiasi tersebut memperlihatkan posisi strategis BTN dalam rantai pasok sektor properti nasional.

Komitmen BTN Memasuki Usia ke-76 Tahun

Memasuki usia ke-76 tahun, BTN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai mitra utama pembiayaan perumahan nasional. Sejak 1976 hingga Desember 2025, total 5,97 juta unit kredit perumahan telah disalurkan dengan nilai Rp 555,11 triliun.

Dominasi KPR subsidi sebanyak 4,4 juta unit menjadi bukti nyata konsistensi tersebut. Di sisi lain, pembiayaan non-subsidi serta produk KAR dan KBR melengkapi peran BTN dalam menyediakan solusi pembiayaan hunian yang komprehensif.

Perjalanan panjang ini menegaskan bahwa pembiayaan perumahan telah menjadi DNA perseroan, sebagaimana disampaikan Direktur Utama BTN. Dengan dukungan asosiasi dan peran strategis di sektor properti, BTN terus mendukung agenda pembangunan perumahan nasional.

Capaian 76 tahun bukan sekadar angka, melainkan refleksi kontribusi nyata terhadap jutaan keluarga Indonesia yang telah memiliki hunian melalui pembiayaan BTN. Ke depan, komitmen untuk memperkuat pembiayaan perumahan nasional tetap menjadi fokus utama perseroan.

Terkini