JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) semakin intensif mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penguatan ekonomi kerakyatan di Tanah Air. Fokus utama program pemberdayaan perusahaan pelat merah ini tidak hanya pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga peningkatan kapasitas perempuan prasejahtera yang menjadi segmen utama dampak sosial dari inisiatif tersebut.
Perluasan Program Pemberdayaan UMKM
PNM terus mengembangkan berbagai kanal dan program untuk memberdayakan pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Program pemberdayaan ini hadir sebagai kelanjutan dari inisiatif yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya dengan tujuan memperluas jangkauan dan dampaknya. Melalui penggunaan tagar kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, perusahaan berusaha menciptakan dampak yang lebih nyata bagi nasabahnya.
Menurut Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, pemberdayaan UMKM bukan sekadar menyampaikan pesan lewat kampanye komunikasi, tetapi menumbuhkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dodot menegaskan bahwa komunikasi yang dijalankan perusahaan harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi para pelaku usaha mikro di Indonesia.
"Bagi kami, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan menghadirkan dampak. Apa yang dikomunikasikan harus mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya dalam keterangannya yang dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026.
Fokus pada Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera
Salah satu segmen yang menjadi prioritas PNM dalam program pemberdayaan ini adalah perempuan prasejahtera. Kelompok ini dipandang sebagai salah satu elemen paling rentan dalam struktur sosial ekonomi masyarakat, namun juga memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro jika diberikan akses pembinaan yang tepat.
Pendekatan yang dilakukan PNM tidak hanya berupa akses pembiayaan semata, tetapi juga pembinaan berbasis komunitas untuk meningkatkan kemampuan usaha, manajemen bisnis, dan penguatan jejaring pemasaran. Upaya ini diharapkan mampu menempatkan pelaku UMKM perempuan pada posisi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan pasar sekaligus memperluas manfaat sosial ekonomi di komunitas mereka masing-masing.
Komunikasi Korporat dan Pengakuan Publik
Di samping pengembangan program pemberdayaan, PNM juga mencatatkan prestasi dalam bidang komunikasi korporat. Perusahaan meraih tiga penghargaan dalam ajang PR Indonesia Awards (PRIA) 2026. Penghargaan tersebut meliputi Gold Winner pada kategori Insan PR di sektor anak usaha BUMN, Silver Winner pada kategori Owned Media Subkategori Video Profile, serta Bronze Winner pada kategori Program Komunikasi Social Responsibility (SR) Subkategori Community Based Development.
Dodot menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi refleksi dari kerja nyata seluruh insan PNM dalam membangun komunikasi yang informatif sekaligus bermakna. Menurutnya, pengakuan tersebut menunjukkan bahwa upaya perusahaan dalam menyampaikan narasi tidak hanya berhenti di permukaan, tetapi berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang nyata di masyarakat.
Peran Program Pemberdayaan dalam Ekonomi Kerakyatan
Program pemberdayaan UMKM oleh PNM mencerminkan pentingnya peran sektor UMKM dalam ekonomi kerakyatan di Indonesia. Usaha mikro dan kecil memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja lokal, terutama di luar kota besar. Dukungan bagi UMKM dianggap strategis untuk memperkuat ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Berbagai inisiatif lain di tingkat nasional juga menunjukkan keterlibatan banyak pihak dalam memperkuat UMKM. Pemerintah pusat dan daerah terus menggelar kegiatan yang mendukung pengembangan UMKM, seperti penyelenggaraan bazar, peningkatan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta peningkatan literasi digital dan kapasitas usaha bagi pelaku mikro.
Selain itu, sektor perbankan juga berperan penting dalam mendukung UMKM. Beberapa bank nasional telah memperkuat pembiayaan serta layanan digital yang mempermudah pelaku UMKM mendapatkan modal usaha dan memperluas basis konsumen mereka. Kemajuan di sektor keuangan ini menjadi pengungkit pertumbuhan UMKM secara lebih menyeluruh di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.
Tantangan dan Prospek untuk UMKM Indonesia
Meskipun ada berbagai upaya penguatan UMKM, tantangan tetap ada, seperti daya beli masyarakat yang fluktuatif, persaingan pasar yang ketat, serta kendala akses teknologi dan infrastruktur. Meski demikian, dukungan dari sektor publik dan swasta terus dijalankan dengan berbagai program strategis.
Beberapa pihak menilai bahwa upaya kolaboratif antara pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, korporasi, dan komunitas lokal, menjadi kunci dalam mendorong UMKM untuk dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah-langkah inovatif seperti pelatihan kewirausahaan, fasilitasi akses ekspor, serta digitalisasi usaha turut menjadi bagian dari strategi yang diperluas di masa mendatang.