JAKARTA - Pertumbuhan penyaluran kredit perbankan di Indonesia pada bulan Januari 2026 menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu. Data terbaru mencatat ekspansi kredit mencapai angka yang sehat, mencerminkan optimisme perbankan dan permintaan pembiayaan yang terus meningkat di berbagai sektor ekonomi domestik.
Pertumbuhan Kredit Nasional pada Awal Tahun
Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kredit perbankan nasional tumbuh sebesar 10,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026. Capaian ini memperlihatkan percepatan dari pertumbuhan kredit di bulan sebelumnya, menunjukkan adanya momentum pemulihan di sektor keuangan. Nilai total penyaluran kredit diperkirakan mencapai sekitar Rp 8.416,4 triliun.
Para pelaku industri perbankan menyatakan bahwa angka tersebut mencerminkan kepercayaan yang lebih kuat dari dunia usaha dan masyarakat dalam memanfaatkan pembiayaan perbankan untuk kegiatan produksi, investasi, dan konsumsi. Kenaikan ini juga menjadi indikasi bahwa likuiditas dan permintaan kredit terus berada pada jalur yang kondusif di awal tahun.
Komponen Utama Pendorong Pertumbuhan Kredit
Analisis terhadap struktur kredit menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan tidak hanya berasal dari satu segmen. Kredit investasi menjadi salah satu pendorong utama dengan kontribusi yang cukup signifikan, sementara kredit modal kerja dan kredit konsumsi juga mencatat pertumbuhan positif, mencerminkan kebutuhan pembiayaan yang meningkat di berbagai sektor usaha.
Peningkatan kredit investasi terutama terlihat pada usaha yang mencari ekspansi kapasitas produksi atau modernisasi fasilitas mereka, sedangkan kredit konsumsi tumbuh seiring dengan kepercayaan konsumen yang meningkat terhadap kondisi ekonomi. Menteri dan pejabat perbankan menilai tren ini menjadi sinyal positif terhadap aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Perbandingan dengan Akhir 2025
Jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit pada Desember 2025, pertumbuhan di Januari 2026 menunjukkan kenaikan. Pada akhir tahun lalu, kredit perbankan tercatat tumbuh 9,3 persen secara tahunan, menandakan tren akselerasi kredit yang berlanjut di awal tahun.
Perbandingan ini memberikan konteks bahwa permintaan kredit tidak melambat di musim transisi tahun baru tetapi justru naik tipis. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja intermediasi perbankan tetap kuat meskipun menghadapi dinamika ekonomi global dan domestik.
Dukungan Kebijakan Moneter dan Makroprudensial
Bank Indonesia terus menyatakan dukungannya terhadap pertumbuhan kredit melalui kebijakan moneter dan makroprudensial yang kondusif. Menurut pernyataan otoritas moneter, pelonggaran kebijakan dan koordinasi dengan pemerintah membantu menciptakan kondisi yang mendukung penyaluran kredit yang lebih luas di masyarakat.
Beberapa bank juga melaporkan bahwa mereka menyesuaikan persyaratan kredit dengan kondisi pasar, mendorong penyaluran kredit terutama di segmen-segmen yang lebih produktif. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menyeimbangkan risiko dan pertumbuhan kredit yang berkualitas.
Pandangan Industri terhadap Prospek Kredit 2026
Para analis industri melihat bahwa pertumbuhan kredit yang kuat di awal tahun ini berpotensi berlanjut sepanjang 2026, meskipun tantangan seperti risiko kredit di segmen tertentu tetap harus diwaspadai. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit secara keseluruhan di kisaran 8–12 persen untuk tahun ini, tergantung pada permintaan dari sektor riil dan kondisi likuiditas perbankan.
Prospek ini didukung oleh peningkatan aktivitas ekonomi domestik serta strategi perbankan yang terus difokuskan pada perluasan pembiayaan kepada sektor produktif dan usaha kecil menengah. Jika permintaan kredit tetap stabil dan kebijakan moneter tetap mendukung, pertumbuhan kredit diperkirakan menjadi salah satu motor utama dalam mendorong ekspansi ekonomi nasional pada 2026.
Dengan struktur kredit yang kuat dan permintaan pembiayaan yang meningkat, sektor perbankan Indonesia dipandang mampu menjaga momentum pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.