JAKARTA - Di tengah meningkatnya digitalisasi layanan keuangan syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat lonjakan signifikan pada transaksi ZISWAF di awal Ramadan 2026.
Selama minggu pertama bulan suci ini, jumlah transaksi yang tercatat melalui superapps BYOND mencapai lebih dari 150.000, naik sekitar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Information Technology BSI, Muharto Hadi Suprapto, menyebut bahwa kemudahan akses, transaksi real-time, dan kolaborasi dengan berbagai lembaga amil zakat (LAZ) menjadi faktor utama meningkatnya minat masyarakat untuk menunaikan zakat dan donasi secara digital.
“Momentum Ramadan menjadi salah satu periode yang mengalami lonjakan transaksi dibanding bulan-bulan lainnya. Terutama layanan berbagi untuk ZISWAF. Untuk itulah, Kami memastikan seluruh e-channel berfungsi dengan baik sehingga nasabah aman dan nyaman,” ujarnya.
Kolaborasi Strategis dengan Lembaga Amil Zakat
BSI saat ini bekerja sama dengan 54 Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Nadzhir, memfasilitasi masyarakat dalam membayar zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui aplikasi BYOND. Sinergi ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana umat.
Program kolaborasi ini mencakup berbagai jenis pembayaran, mulai dari zakat fitrah, fidyah, hingga donasi tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Beberapa program unggulan termasuk “Sambut Ramadan di Palestina” dan kegiatan “Buka Bersama dan Sahur Yatim Dhuafa”.
Muharto menekankan, keunggulan BYOND adalah integrasi berbagai instrumen ZISWAF dalam satu aplikasi, sehingga nasabah dapat menyalurkan zakat, infak, sedekah, atau wakaf kapan saja secara cepat dan aman.
Lonjakan Transaksi dan Proyeksi Hingga Akhir Ramadan
Dengan tren awal yang positif, BSI optimis transaksi ZISWAF melalui BYOND akan terus meningkat. Proyeksi perusahaan menargetkan lebih dari 520.000 transaksi hingga akhir Ramadan. Angka ini menjadi indikator tingginya adopsi teknologi digital oleh masyarakat dalam menunaikan kewajiban ibadah serta berbagi kepada sesama.
Selain itu, fitur-fitur tambahan pada menu Berbagi BYOND memberikan kenyamanan bagi nasabah, termasuk notifikasi otomatis, laporan transaksi real-time, serta kemudahan memilih LAZ sesuai preferensi masing-masing. Hal ini diyakini mampu mendorong peningkatan transaksi dan memperkuat peran BSI sebagai pionir layanan keuangan syariah digital di Indonesia.
Pengembangan Islamic Digital Ecosystem
BSI tidak hanya fokus pada transaksi semata, tetapi juga membangun ecosystem syariah digital yang berkelanjutan. Dengan menyatukan layanan ZISWAF dan lembaga LAZ dalam platform BYOND, bank syariah ini bertujuan menciptakan sistem yang aman, cepat, dan terpercaya.
“Di sinilah kami berupaya mensinergikan antara instrumen ZISWAF dan fungsi lembaga LAZ untuk berkolaborasi melalui transaksi digital dan program terpercaya. Harapannya ini menjadi gerbang awal untuk menumbuhkan islamic ecosystem dengan cara yang mudah, aman dan cepat,” ujarnya.
Pendekatan ini juga mendukung literasi digital masyarakat dan lembaga zakat, sehingga mereka lebih memahami manfaat teknologi untuk mempermudah pembayaran ibadah dan donasi, tanpa mengurangi prinsip syariah yang berlaku.
Keamanan dan Kenyamanan Nasabah
BSI menegaskan bahwa semua transaksi ZISWAF melalui BYOND mematuhi prinsip-prinsip syariah dari hulu hingga hilir. Sistem keamanan digital, enkripsi data, serta protokol verifikasi transaksi memastikan dana yang dikelola tetap aman dan sesuai dengan regulasi.
Muharto menambahkan bahwa pengelolaan dana umat harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, seluruh fitur e-channel dirancang untuk memberikan kenyamanan, kecepatan, dan kemudahan akses bagi nasabah, tanpa mengorbankan keamanan data pribadi maupun integritas transaksi.
Dengan sistem yang baik, masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat, infaq, sedekah, dan wakaf melalui BYOND kapan saja dan di mana saja, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan atau penyalahgunaan dana.
Dampak Positif dan Pertumbuhan Layanan Digital
Lonjakan transaksi ZISWAF di BYOND mencerminkan perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan layanan digital. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman menunaikan ibadah dan berbagi melalui platform yang terintegrasi, aman, dan cepat.
Selain itu, pertumbuhan transaksi ini juga mendorong peningkatan kerja sama dengan lembaga LAZ, memperluas distribusi bantuan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah digital.
Dengan digitalisasi ZISWAF, BSI berharap dapat terus memperkuat inklusi keuangan syariah, mengembangkan ekosistem zakat digital yang sehat, dan mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas.
Transaksi ZISWAF BSI melalui aplikasi BYOND di minggu pertama Ramadan 2026 menunjukkan tren positif dengan peningkatan 14% dibanding tahun sebelumnya. Kolaborasi dengan 54 LAZ, kemudahan akses digital, dan berbagai program tematik Ramadan menjadi faktor utama lonjakan transaksi.
Platform BYOND memberikan kemudahan bagi masyarakat menunaikan zakat, infak, sedekah, dan fidyah secara aman, cepat, dan sesuai syariah. Proyeksi hingga akhir Ramadan menunjukkan optimisme bahwa lebih dari 520.000 transaksi akan berhasil tercatat.
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa digitalisasi keuangan syariah dapat meningkatkan inklusi keuangan, membangun literasi digital, serta memperkuat ekosistem zakat di Indonesia. Dengan pendekatan yang aman dan terpercaya, nasabah BSI dapat menjalankan kewajiban ibadah dan berbagi kebaikan secara lebih efektif.