Rukun Raharja (RAJA) Cetak Laba Bersih US$28,89 Juta di Semester I/2026

Rukun Raharja (RAJA) Cetak Laba Bersih US$28,89 Juta di Semester I/2026
Laba Bersih Rukun Raharja (RAJA) Melonjak 88% Jadi US$28,89 Juta [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) mencatatkan raihan laba bersih mencapai US$28,89 juta pada semester I/2026, melonjak 88% disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$15,37 juta.

Laju kinerja positif tersebut ditopang oleh kenaikan perolehan pendapatan investasi, kontribusi proyek baru, hingga perolehan keuntungan dari aktivitas akuisisi.

Merujuk pada publikasi laporan kinerja perseroan, RAJA mengantongi omzet pendapatan sebesar US$131,19 juta pada semester I/2026, terangkat sekitar 3% jika dibandingkan perolehan US$127,64 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi mengutarakan bahwasanya pertumbuhan laba bersih dipicu oleh kontribusi penuh proyek Sengkang Gas Compressor, eskalasi pendapatan investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC), kontribusi Grup Hafar, serta perolehan keuntungan akuntansi dari akuisisi participating interest Blok Madura melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU).

"Kami melihat Semester I 2026 sebagai periode yang menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan. Meskipun masih menghadapi tantangan pada beberapa aktivitas operasional, kami berhasil menjaga pertumbuhan kinerja melalui kombinasi disiplin operasional, optimalisasi portofolio investasi, serta momentum positif dari sektor hulu," ujar Djauhar dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Djauhar memaparkan, kenaikan perolehan pendapatan investasi dari PJUC turut disokong rata-rata harga minyak yang menyentuh kisaran US$117 per *barrel oil equivalent per day* (BOEPD), lebih tinggi dibanding kisaran US$74 pada periode yang sama tahun lalu.

Di lini operasional, pertumbuhan omzet juga tersokong kontribusi penuh proyek Sengkang Gas Compressor yang telah berjalan secara komersial. 

Peningkatan kontribusi tersebut sanggup mengompensasi penurunan volume penjualan gas imbas kendala operasional pada jaringan pipa gas di area Sumatra.

Selaras dengan pertumbuhan omzet, perolehan laba bruto perseroan terangkat menjadi US$47,21 juta dari semula US$37,66 juta pada semester I/2025. Laba usaha turut melonjak menuju US$39,39 juta ketimbang pencapaian US$26,02 juta pada periode serupa tahun sebelumnya.

Sementara itu, perolehan laba sebelum pajak tercatat sebesar US$39,57 juta, terangkat dari capaian US$24,06 juta pada semester I/2025. Adapun adjusted EBITDA melesat menjadi US$57,33 juta dari posisi sebelumnya US$38,97 juta.

Djauhar menuturkan perseroan bakal melanjutkan jajaran inisiatif strategis pada paruh kedua 2026, mencakup percepatan pembangunan infrastruktur energi hingga optimalisasi aset-aset yang telah beroperasi.

Djauhar optimistis perpaduan pertumbuhan organik serta ekspansi yang terukur sanggup mempertahankan momentum kinerja sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi segenap pemegang saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index