IHSG Sepekan Naik ke 6.196, Asing Catat Net Buy Rp7,1 Triliun

IHSG Sepekan Naik ke 6.196, Asing Catat Net Buy Rp7,1 Triliun
IHSG Sepekan Terangkat 0,64%, Investor Asing Borong Saham [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang sepekan terakhir, yakni 27–31 Juli 2026, terangkat tipis 0,64% atau 39,69 poin menuju level 6.196,43. Nilai kapitalisasi pasar turut terangkat 0,48% menjadi Rp10.923 triliun.

Penguatan IHSG dalam kurun sepekan ini disokong oleh kembalinya arus dana asing ke pasar. Bahkan, volume transaksi investor asing lebih mendominasi pada aksi beli, sedangkan pelaku pasar domestik cenderung lebih banyak melakukan aksi jual.

Merujuk pada data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pekan pamungkas bulan Juli tercatat angka net buy asing mencapai Rp7,1 triliun. Secara rinci, nilai transaksi beli pemodal asing menyentuh Rp29,77 triliun, sementara nilai jual berada di angka Rp22,67 triliun.

Neraca transaksi asing dalam sepekan ini mencerminkan masuknya kembali modal asing, setelah pada pekan terdahulu bursa sempat mencatat net sell asing senilai Rp3,37 triliun.

Di sisi lain, pergerakan transaksi investor domestik justru didominasi aksi jual ketimbang beli, dengan proporsi nilai jual mencapai Rp54,50 triliun disandingkan nilai beli sebesar Rp47,40 triliun.

Adapun komposisi nilai transaksi investor pada pekan ini sebesar 66% dikuasai investor domestik dan 34% diisi investor asing. Porsi persentase nilai transaksi asing pekan ini menunjukkan kenaikan dari posisi 31% pada pekan sebelumnya.

Sepanjang periode 27–31 Juli 2026, rata-rata volume transaksi harian berada di posisi 30,04 miliar saham, atau terkoreksi 31,23% dibanding pekan terdahulu. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pekan ini menyusut 21,86% menjadi Rp15,43 triliun.

Menilik pilar penggerak utama IHSG, terdapat saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menduduki posisi puncak daftar top leaders, yakni kelompok saham dengan bobot pendorong kenaikan paling tebal pada pergerakan IHSG. Sepanjang sepekan, penguatan saham BBRI memberikan sumbangan 11,68 poin dalam menyokong IHSG.

Sebaliknya, pada susunan saham top laggards sepekan, alias deretan saham yang memberikan bobot penekan terbesar terhadap IHSG, dipimpin oleh saham PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) lewat kontribusi -11,57 poin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index