DRMA Rambah Segmen Kendaraan Listrik, Peluncuran 2 Produk Baru

DRMA Rambah Segmen Kendaraan Listrik, Peluncuran 2 Produk Baru
Dharma Polimetal (DRMA) Luncurkan 2 Produk Baru Dukung Ekosistem EV [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) tengah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi sebagai pilar infrastruktur pendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua di Tanah Air.

 Segmen komponen kendaraan listrik dinilai memiliki prospek yang cerah dan bakal menopang kinerja konsolidasi perseroan dalam jangka panjang.

Terbaru, perseroan memperkenalkan produk Fast Charging 2W dan Buffer Charging dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD Tangerang, Sabtu (1/8/2026).

 Produk Fast Charging 2W dan Buffer Charging ini diproduksi DRMA via anak usahanya, PT Dharma Electrindo Manufacturing (DEM), entitas bisnis perseroan yang berfokus pada segmen usaha manufaktur komponen kendaraan bermotor.

Direktur DRMA Dian Eka Hartiningsih mengutarakan bahwa perseroan berharap dapat memperluas portofolio bisnis grup yang sebelumnya didominasi oleh pasokan komponen untuk kendaraan internal combustion engine (ICE).

"Dan untuk melengkapi portfolio bisnis ke depan, kami mulai merambah ke EV. Dan memang kalau kami lihat penjualan EV di tahun ini dibandingkan tahun lalu kan sudah jauh meningkat, sehingga kami berusaha untuk menyediakan secara ekosistem yang lengkap untuk mendukung EV bisa lebih diterima oleh masyarakat Indonesia," ujarnya saat ditemui di ICE BSD Tangerang, Sabtu (1/8/2026).

Saat ini, Dharma Group menaungi 10 entitas anak usaha. Dian memaparkan, DEM bertindak sebagai salah satu dari tiga anak usaha yang memberikan kontribusi penjualan konsolidasi terbesar.

Sementara jika dipilah berdasarkan segmen usaha, DRMA mengoperasikan segmen usaha roda dua, segmen roda empat, dan segmen lain-lain. 

Sepanjang semester I/2026, segmen roda dua membukukan kontribusi terbesar dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp1,85 triliun, mewakili 58% dari total pendapatan konsolidasi yang mencapai Rp3,16 triliun.

Di sisi lain, Direktur PT Dharma Electrindo Manufacturing, Laberte Andri H menyampaikan bahwa adopsi kendaraan listrik di Indonesia saat ini menunjukkan akselerasi yang pesat. 

Selaku produsen komponen otomotif, pihak manajemen berupaya menghadirkan produk yang sanggup memenuhi kualifikasi serta standar kualitas yang diharapkan pasar.

Adapun, produk yang dikenalkan perseroan ini mengantongi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) menyentuh 50%. Fast Charging 2W merupakan inovasi charging cepat dengan durasi pengisian kurang lebih 15 menit. 

Sementara itu, Buffer Charging merupakan perangkat charging portabel yang dapat difungsikan di wilayah terpencil seperti area perkebunan, pertambangan, maupun kawasan industri.

"Kami termasuk pioneer di dalam lokalisasi charging tersebut. Kami juga sudah mendapatkan sertifikasi SNI di produk kami untuk roda empat sehingga kami siap support program-program pemerintah yang berhubungan dengan pengadaan charging tersebut," kata Andri.

Mengenai sumbangsih terhadap grup, Andri menerangkan bahwa pihaknya belum menetapkan target penjualan spesifik dari kedua produk anyar tersebut. Perseroan pada tahun ini bakal berfokus memperkenalkan jajaran produk baru ini ke pasar.

"Namun dengan kualitas yang kami punya, kami yakin di kemudian hari [komponen kendaraan listrik] akan menjadi salah satu bisnis yang bisa support di grup kami," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index