Migas

Strategi PHE Tingkatkan Produksi Migas dan Dorong Energi Rendah Karbon

Strategi PHE Tingkatkan Produksi Migas dan Dorong Energi Rendah Karbon
Strategi PHE Tingkatkan Produksi Migas dan Dorong Energi Rendah Karbon

JAKARTA - Upaya menjaga ketahanan energi nasional terus menjadi fokus utama sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. 

Di tengah tantangan global seperti dinamika geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga kompleksitas operasional industri migas, berbagai strategi terus disiapkan untuk memastikan produksi energi tetap stabil. 

Perusahaan energi nasional tidak hanya dituntut mempertahankan produksi migas, tetapi juga mulai mengembangkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Transformasi menuju energi yang lebih berkelanjutan kini menjadi agenda penting bagi banyak perusahaan energi, termasuk di Indonesia. Di satu sisi, kebutuhan energi berbasis minyak dan gas masih sangat besar untuk mendukung aktivitas ekonomi. 

Namun di sisi lain, tekanan global untuk mengurangi emisi karbon juga mendorong perusahaan energi untuk mulai berinvestasi pada teknologi rendah karbon.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menjadi salah satu perusahaan yang menjalankan strategi ganda tersebut. Selain terus meningkatkan produksi migas nasional, perusahaan ini juga mulai mengembangkan berbagai inisiatif energi rendah karbon sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyiapkan berbagai program strategis untuk meningkatkan produksi dan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) nasional, sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon.

Kontribusi Besar terhadap Produksi Migas Nasional

Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola sekitar 27% wilayah kerja migas di Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional. 

Pada 2025, PHE menyumbang sekitar 65% lifting minyak domestik atau sekitar 396.000 barel per hari (bopd) serta 35% lifting gas domestik sebesar 1,8 miliar kaki kubik per hari (Bcfd).

Angka tersebut menunjukkan bahwa peran PHE sangat strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Dengan cakupan wilayah kerja yang luas, perusahaan ini menjadi salah satu tulang punggung produksi migas Indonesia.

Besarnya kontribusi tersebut juga menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja operasional agar produksi migas tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri energi global.

Strategi Menjaga Keberlanjutan Produksi Migas

Edi Karyanto, Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, mengatakan bahwa perusahaan terus mendorong berbagai program strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah tantangan kondisi geopolitik serta kompleksitas operasional yang semakin meningkat.

“Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia,” ujarnya.

Strategi tersebut menegaskan pentingnya inovasi teknologi dan eksplorasi berkelanjutan dalam industri migas. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mempertahankan produksi sekaligus menemukan potensi sumber daya baru.

Program Pengeboran dan Eksplorasi Tahun Ini

Edi mengungkapkan bahwa pada tahun ini PHE menyiapkan sejumlah program untuk mengelola natural decline, meningkatkan produksi dan sumber daya migas nasional.

Program tersebut mencakup pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi, disertai kegiatan workover sebanyak 1.284 pekerjaan, survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer (km), survei seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi (km2) serta serta kegiatan well intervention well service (WIWS) mencapai 33.000 pekerjaan.

Program kerja tersebut menunjukkan skala operasi yang cukup besar dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi migas nasional. Kegiatan eksplorasi dan pengeboran menjadi salah satu langkah utama untuk menemukan cadangan energi baru sekaligus menjaga produktivitas lapangan yang sudah beroperasi.

Selain itu, berbagai kegiatan teknis seperti survei seismik dan workover juga memiliki peran penting dalam mendukung efisiensi produksi serta memperpanjang umur lapangan migas.

Pengembangan Lapangan dan Teknologi Peningkatan Produksi

Sementara itu, strategi peningkatan produksi migas juga dilakukan melalui pengembangan lapangan existing (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan potensi dari lapangan yang sudah ada sekaligus membuka peluang produksi dari wilayah baru. Teknologi EOR sendiri dikenal mampu meningkatkan jumlah minyak yang dapat diproduksi dari lapangan yang sebelumnya mengalami penurunan produksi.

Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, perusahaan dapat mengoptimalkan cadangan energi yang tersedia tanpa harus sepenuhnya bergantung pada penemuan lapangan baru.

Eksplorasi Sumber Daya Baru dan Kerja Sama Strategis

Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat eksplorasi sumber daya baru termasuk potensi minyak non konvensional (MNK) dan peluang kerja sama strategis melalui akuisisi.

“Dengan berbagai program strategis tersebut, PHE terus berupaya meningkatkan kontribusinya terhadap produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” kata Edi.

Langkah eksplorasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional dalam jangka panjang. Selain itu, kerja sama strategis dengan berbagai pihak juga dapat membuka peluang investasi dan pengembangan teknologi baru di sektor energi.

Capaian Produksi dan Penemuan Sumber Daya

Sebagai gambaran, sepanjang 2025 produksi migas PHE tercatat mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari, dengan perincian 557.000 bopd dan 2,8 Bcfd.

Selain menjaga kinerja produksi, PHE juga mencatat sejumlah capaian strategis, termasuk penemuan sumber daya hingga 1 miliar barel setara minyak serta implementasi berbagai teknologi peningkatan produksi seperti multistage fracturing, steam flood, dan chemical enhanced oil recovery (CEOR).

Capaian ini menunjukkan bahwa upaya eksplorasi dan inovasi teknologi yang dilakukan perusahaan mulai memberikan hasil yang signifikan dalam mendukung produksi energi nasional.

Pengembangan Energi Rendah Karbon

Adapun, PHE juga menjalankan Dual Growth Strategy, yakni memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon melalui teknologi carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS) serta berbagai program dekarbonisasi operasi.

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi selama masa transisi menuju energi yang lebih bersih.

Ke depannya, PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip environmental, social, and governance (ESG). 

PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index